Monthly Archives: Februari 2012

8 Kegunaan Baking Soda untuk Keperluan Rumah Sehari-hari

Selasa, 28/02/2012 09:04 WIB

8 Kegunaan Baking Soda untuk Keperluan Rumah Sehari-hari

Arina Yulistara – wolipop

img
Dok. Thinkstock

Jakarta – (home)

Baking soda biasanya digunakan untuk membuat adonan kue atau membersihkan kerak yang terdapat di wajan atau panci. Namun ternyata masih banyak manfaat lain baking soda bagi keperluan rumah yang mungkin belum Anda ketahui. Berikut ini delapan kegunaan baking soda yang bisa meningkatkan kenyamanan di rumah Anda, seperti yang dilansir oleh Helium.

1. Penghilang Bau Tidak Sedap
Letakkanlah baking soda pada wadah terbuka di dalam kulkas. Baking soda bisa menjaga kesegaran makanan atau minuman agar tidak terkontaminasi dengan bau yang tidak enak. Bau tersebut bisa saja berasal dari makanan mentah seperti ikan dan daging atau makanan yang sudah lama.

Selain itu, Anda juga bisa memberi sedikit baking soda di tempat sampah dan di sekeliling karpet rumah. Biarkan selama 10 sampai 15 menit untuk menghilangkan bau tidak hanya di karpet tapi juga seluruh ruangan.

2. Pembersih Toilet
Baking soda adalah produk alami yang dapat membersihkan kotoran. Selain berguna pada panci, produk ini juga bisa dimanfaatkan untuk membersihkan toilet. Cukup taburkan sedikit baking soda ke dalam toilet, lalu sikat secara merata. Dengan begitu, kamar mandi menjadi bersih dan Anda pun lebih hemat karena tidak perlu membeli pembersih toilet.

3. Dapat Memadamkan Api
Simpan baking soda di dalam botol atau wadah yang tertutup, lalu letakan di dapur. Cara ini berguna untuk memadamkan api bila terjadi kebakaran ringan saat Anda memasak, dengan cara menuangkannya ke sumber api. Walaupun membuat ruangan berantakan, tapi Anda akan selamat dari bencana.

4. Menghilangkan Noda Membandel
Anda bisa membersihkan noda yang membandel pada pakaian dengan baking soda. Cukup campurkan 1/4 gelas baking soda dan deterjen ke dalam mesin cuci. Baking soda dapat mengangkat kotoran yang susah dibersihkan.

5. Membersihkan Buah dan Sayuran
Baking soda baik untuk menghilangkan kuman yang merekat pada sayur dan buah-buahan yang baru dibeli. Isi air ke dalam sebuah mangkuk atau panci besar untuk mencuci buah dan sayur. Tambahkan dua sendok makan baking soda, maka buah serta sayur bisa lebih bersih daripada memakai air biasa.

6. Pembersih Saluran Air
Mungkin Anda sering jengkel kalau saluran pembuangan air di rumah mampet karena sampah atau kotoran yang melekat. Di sinilah salah satu kegunaan bahan dapur ini. Taburkan segelas baking soda dan satu botol besar air panas ke dalam saluran pembuangan. Selain ekonomis, cara ini bisa mengurangi penyumbatan yang terjadi di dalam saluran.

7. Pembersih Lap atau Serbet
Setiap rumah pasti punya semacam kain lap pembersih debu, seperti serbet atau semacamnya. Debu yang menempel terkadang susah dihilangkan oleh sabun biasa. Anda bisa rendam kain lap kotor ke dalam air yang sudah tercampur baking soda, biarkan beberapa menit. Maka kotoran akan terangkat dengan sendirinya.

8. Membersihkan Microwave
Anda kesulitan mencuci microwave karena makanan kering yang merekat di dalamnya? Manfaatkan baking soda untuk memudahkan pengangkatan sisa makanan yang menempel. Masukan baking soda ke dalam wadah berisi air, lalu panaskan dalam microwave selama 1 hingga 2 menit. Dengan cara ini, kerak yang terdapat di dalam microwave akan lebih mudah dibersihkan.

(hst/hst)

Gurihnya Lele Asap di Kampung ‘Bule’ (Travel Food)

KULINER
Gurihnya Lele Asap di Kampung ‘Bule’

Ari Widodo | Glori K. Wadrianto | Senin, 27 Februari 2012 | 10:51 WIB

0632047620X310.JPGKOMPAS/ ARI WIDODOBudi Heri (30) menunjukan ikan lele asap yang sudah siap disantap, Minggu (26/2/2012)

DEMAK, KOMPAS.com – Kampung ‘Bule’ sudah tidak asing lagi bagi warga Demak dan sekitarnya. Namun bagi Anda yang belum mengenalnya, tidak ada salahnya untuk berkunjung ke tempat tersebut, dan merasakan sensasi gurihnya ikan lele asap.

Dari pusat kota Demak, kampung yang termasuk wilayah Kecamatan Bonang ini, hanya berjarak 4 kilometer ke arah utara. Hanya diperlukan waktu sekitar 5 menit untuk mencapai lokasi ini.

Ya, kampung bule (jambu dan lele) adalah sebutan untuk Desa Wonosari Kecamatan Bonang Demak. Dinamakan kampung Bule karena sebagian besar masyarakatnya mengembangkan budidaya ikan air tawar umumnya ikan lele yang dipadukan dengan usaha pertanian jambu merah delima. Kedua hasil budidaya tersebut merupakan komoditi andalan warga Wonosari.

Hasil tanaman jambu yang dipanen musiman langsung dijual ke pasar atau pengepul, sedangkan hasil budidaya ikan lele selanjutnya dibuat makanan olahan berupa lele asap. Lele asap yang menjadi primadona di daerah Demak merupakan salah satu hasil kreasi makanan olahan yang bisa tahan sampai dua hari, memang teknik pengasapan adalah salah satu cara pengawetan secara tradisional, dan tidak berbahaya karena bebas bahan pengawet.

Para pembuat lele asap yang mengolah ikan berpatil ini, melakukan pengasapan sehari-hari di rumah pengasapan yang merupakan bantuan pemerintah. Biasanya mereka memulai praktik pengasapan dari pukul 13.00 sampai dengan pukul 20.00, tergantung banyaknya ikan yang hendak diasap.

Bahan bakar untuk mengasapi juga tidak boleh sembarangan, hanya batok kelapa dan tongkol jagung saja yang memenuhi syarat menjadi bahan bakar utama. Alasannya, kedua bahan tersebut tidak mudah menyala tetapi hanya menjadi bara dengan asap tebal yang mengepul.

Menurut Budi Heri (30) saat ditemui di rumah pengasapan ikan desa Wonosari, Minggu (26/2/2012) kemarin, setiap harinya dia mampu memproduksi ikan lele asap sebanyak 25-30 kilogram. "Dengan Modal Rp. 250.000 bisa mendapatkan hasil Rp. 500.000, untungnya separo," terang Budi.

Di pasaran satu ekor ikan lele asap dijual bervariasi antara Rp 3.000-Rp 3.500, tergantung besar kecilnya lele. Kita bisa juga membelinya Rp 15.000 per kilogram isi 5-6 ekor. Cara membuatnya pun juga cukup mudah, ikan lele yang sudah dipanen, dibersihkan kemudian diasapkan. Tunggu beberapa menit maka ikan lele asap sudah bisa dinikmati dan siap dipasarkan.

"Hasil dari pengasapan, ikan lele lebih kenyal dan gurih serta tahan selama dua hari. Ikan lele asap ini bisa langsung dimakan atau digoreng, lebih mantap lagi ditemani nasi panas dan sambal kecap. Pokoknya gurih, coba saja," ujar Budi berpromosi.

Budi menambahkan, guna memenuhi permintaan pasar, selain memproduksi ikan lele asap, para perajin ikan asap di desanya juga meproduksi ikan laut lainnya, seperti ikan manyung, tongkol dan pari. Adapun pemasarannya, selain pasar lokal juga dipasarkan ke Semarang, Purwodadi dan sekitarnya. Para pembeli bisa datang langsung di rumah pengasapan ikan di desa Wonosari.

Sementara itu, menurut Bupati Demak Tafta Zani, pengolahan ikan asap di Kampung Bule, Desa Wonosari sudah ada sejak tahun 1994. Awalnya hanya beberapa perajin ikan lele asap, namun dari hari ke hari para perajin lele asap ini terus bertambah, hingga tahun 2012 ini tercatat ada 135 perajin ikan lele asap. "Apa yang dikembangkan warga Wonosari dengan budidaya bulenya, telah mengubah desa tersebut yang awalnya desa tertinggal menjadi desa percontohan," jelas Tafta Zani.

Tafta Zani berharap semangat juang para perajin ikan di Desa wonosari juga akan ditiru oleh masyarakat di seluruh wilayah Demak, supaya taraf hidup semakin meningkat dengan usaha yang ditekuni dengan gigih dan iklas.

Cara Membedakan Madu Asli dan Madu Palsu (INFO)

Pada kesempatan sebelumnya saya sudah membahas mengenai 8 manfaat madu untuk kesehatan.Dari sini kita dapat mengetahui ternyata sangat besar sekali manfaat madu itu, tidak heran jika madu menjadi primadona dan menjadi mahal harganya. Eksisnya madu mulai sejak 2500 tahun lalu membuat orang-orang tidak henti-hentinya untuk mencari keuntungan dari madu. Banyak orang yang rela menghabiskan banyak uangnya untuk bisa mendapatkan madu. Tetapi disisi lain ternyata hal ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk mendapatkan keuntungan berlipat dengan menjual madu palsu.

Madu palsu terkadang mengandung campuran glukosa dengan gula pasir, buah, flavour serta zat warna. Dimana keberadaan zat-zat tersebut hanya dapat dibuktikan keberadaannya melalui uji laboratorium.

Bagi orang yang terlanjur membeli madu palsu tersebut tentunya akan merasa kecewa sehingga tidak dapat mendapatkan manfaat madu tersebut. Berikut ini saya akan memberikan tips dan cara jitu membedakan madu asli dan madu palsu. Tips dan cara mudah membedakan madu palsu dan asli ini telah saya lakukan uji coba pada madu asli dan madu palsu.

Berikut ini cara membedakan madu asli dan madu palsu :

1. Simpan beberapa sendok madu di dalam freezer kulkas. Simpanlah sekitar `10-30 menit kemudian amati perubahannya. Apabila madu tadi membeku berarti madu tersebut palsu dan telah bercampur dengan zat-zat tertentu. Madu asli seyogyanya tidak akan dapat membeku ketika disimpan di dalam lemari es. Sehingga ketika kita menyimpan madu asli di dalam lemari es maka kita dapat meminumnya kapan saja.

2. Cara kedua adalah dengan menyimpan beberapa tetes madu di dalam piring berisi air putih. Kemudian tunggu beberapa saat. Kalau air tersebut menjadi keruh maka kemungkinan madu tersebut palsu. Sebaliknya jika madu tersebut asli maka tidak akan menyebabkan ari tadi menjadi keruh. Hal ini disebabkan karena madu asli tidak mengandung banyak air.Itulah 2 cara jitu membedakan madu asli dan madu palsu, semoga kita para penggemar madu tidak lagi tertipu dengan membeli madu palsu yang banyak sekali beredaran di pasaran.

6 Buah Terbaik untuk Camilan Sehat

Jakarta – Buah-buahan segar kaya akan karbohidrat alami dan mengeyangkan perut tanpa harus menimbun banyak kalori. Selain itu, buah juga merupakan sumber gula alami, membuatnya menjadi camilan yang tepat ketika tubuh kekurangan energi. Tapi setiap jenis buah mengandung nutrisi yang berbeda, beberapa buah memiliki antioksidan dan vitamin yang lebih baik dibandingkan jenis lainnya. Ini dia enam buah terbaik untuk dijadikan camilan sehat, seperti dilansir Health Me Up.

2 Kreasi Perkedel Berbahan Dasar Tahu (MODEREN)

Odilia Winneke – wolipop

img
dok. Detikfood

Jakarta – Bagi para pecinta perkedel, sepertinya patut manjakan lidah Anda dengan perkedel berbahan dasar tahu buatan sendiri yang gurih dan enak. Simak dua kreasi perkedel berbahan dasar tahu seperti dikutip oleh detikfood. Selamat mencoba!

1. Perkedel Bihun Jagung Tahu Panggang

Bahan I:
2 bungkus Subahoon Rasa Soto Special, masak sesuai petunjuk kemasan, (waktu mencampur bihun dengan bumbu tanpa air)
1 buah Tahu Cina kukus dan haluskan
3 butir telur ayam
100g smoke beef potong dadu kecil
½ sdt merica bubuk
100 ml santan sedang
2 batang daun bawang, iris halus
3sdm minyak goreng
Bahan II, haluskan:
2sdm bawang putih goreng kering
2sdm bawang goreng
1sdt Garam
Bahan III:
12butir telur puyuh, rebus, kupas

Cara Membuat:
Campur bahan I dan bahan II aduk rata.
Tuang adonan ke dalam cetakan mangkuk kecil.
Beri telur puyuh rebus bagian tengahnya.
Panggang dalam oven 1800 C selama 20-25 menit hingga kuning. Angkat.
Sajikan beserta saus cabe.

Untuk 6 mangkuk

2. Perkedel Tahu Udang

Bahan:
1 buah tahu putih, tiriskan, haluskan
75 g udang kupas,cincang halus
1 batang daun bawang, iris halus
2 sdm tepung terigu
1 kuning telur ayam
½ sdt merica bubuk
1 sdm kaldu ayam bubuk
Sambal Kacang:
150 ml air matang
1 sdm air jeruk limau
Haluskan:
3 sdm kacang tanah, goreng
2 buah cabai merah
1 siung bawang putih
1 sdt gula pasir
1 sdt garam

Cara membuat:
Campur tahu putih dengan udang, duan bawang dan bahan lainnya hingga rata.
Bentuk adonan bulat pipih.
Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga kuning kecokelatan.
Angkat dan tiriskan.
Sambal Kacang: Aduk bumbu halus dengan air dan air jeruk hingga rata.
Sajikan perkedel dengan Sambal Kacang.

Untuk 6 buah

3 Makanan Terakhir yang Dipesan Whitney Houston Sebelum Meninggal INFO

3 Makanan Terakhir yang Dipesan Whitney Houston Sebelum Meninggal

Eny Kartikawati – wolipop

img
ist.

Jakarta – Penyanyi Whitney Houston meninggal di kamar hotelnya 11 Februari 2012. Sebelum ditemukan tewas, Whitney memesan tiga makanan ini pada pihak hotel.

Menurut seorang sumber keluarga pada TMZ, sebelum masuk ke kamar mandi, Whitney makan burger dan kentang. Ia kemudian membawa sandwich kalkun ke dalam kamar mandi. Dia berencana makan semua makanan itu setelah mandi.

Dari foto-foto yang dikeluarkan TMZ terlihat sandwich, burger dan kentang, adalah tiga makanan yang dimakan Whitney sebelum akhirnya ditemukan meninggal di dalam kamar mandi. Jenazahnya berada di dalam bath tub.

Sebelum meninggal, pelantun ‘I Will Always Love You’ itu juga minum champagne dan bir. Di dalam kamar mandi ditemukan gelas berisi air, alat pencukur bulu dan sejumlah pakaian yang berserakan.

Tak hanya itu saja, Kepolisian Beverly Hills, Los Angeles yang memeriksa kamar Whitney juga menemukan resep obat dan berbagai macam pil obat-obatan. Belum diketahui, apa jenis obat-obatan tersebut.

Sampai saat ini belum diketahui penyebab pasti kematian Whitney. Kini jenazah penyanyi 48 tahun tersebut sudah selesai diotopsi dan diterbangkan ke rumah ibunya di Atlanta, Amerika Serikat.

(eny/kik)

Ada “Rempeyek Transmigrasi” di Kediri (FOOD TRAVEL)

Ada “Rempeyek Transmigrasi” di Kediri

M Agus Fauzul Hakim | Kistyarini | Jumat, 10 Februari 2012 | 13:33 WIB|

1114435620X310.jpgKompas.com/ M.AGUS FAUZUL HAKIMRempeyek, makanan tradisional yang awalnya sebagai pelengkap makanan, kini menjadi camilan dan bernilai ekonomis.


KEDIRI, KOMPAS.com
– Kekayaan kuliner nusantara sangatlah beragam. Hampir setiap daerah mempunyai kulinernya masing-masing. Salah satunya adalah rempeyek, makanan ringan yang renyah dan berasa gurih.

Di Jawa Timur, makanan ringan yang berbahan dasar tepung beras itu sudah tidak asing lagi. Rasanya yang gurih, biasa digunakan sebagai lauk pelengkap. Di Kediri dan sekitarnya, rempeyek biasa disajikan sebagai pelengkap nasi pecel. Bagi masyarakat Kediri, nasi pecel tanpa rempeyek, belumlah lengkap.

Pada umumnya, rempeyek terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan berbagai macam rempah-rempah seperti bawang putih, cabe, kunir serta ketumbar. Semua bumbu itu dihaluskan lalu dicampur dengan tepung beras, tepung tapioka, air dan garam secukupnya. Untuk isi, dimasukkan kacang tanah atau kacang kedelai. Semua bahan kemudian dicampur hingga menjadi adonan, baru kemudian digoreng.

Sudariyati, seorang warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, berhasil meraup sukses berkat rempeyek. Bisnis camilan pelengkap nasi pecel itu beromzet hingga Rp 25 juta per bulan. Rempeyek buatannya dikenal dengan nama “Rempeyek Transmigrasi”.

Apa hubungan antara rempeyek dengan transmigrasi? Menurut Sudariyati, nama itu merujuk pada isi rempeyeknya menyebar, bukan bergerombol di tengah. “Transmigrasi itu istilah dari pembeli yang banyak membeli rempeyek saya,” kata Sudariyati kepada Kompas.com, Jum’at (10/9/2012).

Sudariyati menyediakan rempeyek dengan berbagai isi. Dari kacang tanah, teri, ebi, kacang hijau, kacang kedelai, serta kacang ose. “Bahan rempahnya saya tambah dengan kencur, daun jeruk purut dan bahan lainnya,” ujar wanita yang menekuni usaha rempeyek sejak tahun 1992 ini.

Kini usahanya terus berkembang menjadi usaha keluarga dengan pengelolaan yang cukup baik. Tiga anaknya berbagi tugas sesuai bidang masing-masing. Ada yang mengurusi produksi, pemasaran hingga manajerial.

Pemasarannya juga terus diperluas. Antara lain dengan membuka dua gerai di dua pusat perbelanjaan di Surabaya. Selain itu sejumlah reseller di beberapa kota lain di Jawa Timur. Sudaryati juga memanfaatkan teknologi informasi dengan memiliki laman resmi, www.anekarempeyek.com. Alhasil, order terus mengalir dari penjuru negeri. Makanan ringan bermerek dagang Rempeyek Krezzzzzz dikemas per bungkus seberat 180 gram dengan harga jual Rp 9.000.

Rempeyek yang awalnya pelengkap makanan, kini menjadi jenis camilan tersendiri dan banyak dicari masyarakat. “Selain melengkapi berbagai perizinan, merek juga sudah kami patenkan,” ujar Ratna Hariyani Sitepu, putri Sudariyati yang mengaku sempat merasa gengsi untuk mulai terjun di usaha ini.

Nasi Tempong, Pedas, Pipi Terasa Ditempeleng… (FOOD TRAVEL)

Nasi Tempong, Pedas, Pipi Terasa Ditempeleng…

| I Made Asdhiana | Senin, 13 Februari 2012 | 11:18 WIB|

2027208620X310.jpgASITA SURYANTONasi tempong.

TERKAIT:

KOMPAS.com – Ingin merasakan nasi sambal dengan rasa cabe yang amat pedas dan sampai merasa pipi ditempeleng datanglah ke Kota Banyuwangi, di ujung timur Pulau Jawa. Karena rasa pedasnya nasi tradisional itu dinamakan nasi tempong yang artinya merasa ditempeleng karena pedasnya.

Nasi tempong adalah nasi yang disajikan bersama lauk tahu, tempe, bakwan jagung goreng, ikan jambal goreng tepung. Ditambahi lalapan sayuran rebus seperti sayuran bayam, kenikir dan daun kemangi. Terakhir sayurannya disiram dengan sambal cabe campur kacang yang sangat pedas. Bau bumbu dapur kencur sangat terasa di sambalnya.

Nasi tempong banyak dijual di seputaran sudut Kota Banyuwangi dengan harga standar Rp 7.000. Tetapi harga akan berubah sampai Rp 15.000 tergantung lauk yang dipilih. Kalau ditambahi ayam goreng, ikan kembung atau kikil goreng lauk khas Jawa Timur memang terasa mahal.

Penjual nasi tempong memang hanya berupa warung-warung kecil ala kaki lima. Salah satunya yang ramai pengunjung adalah Warung Mbak Sum di Jalan Ahmad Yani, Banyuwangi yang sangat strategis lokasinya karena dekat sekali dengan bank-bank pemerintah. Sehingga pas waktu makan siang sangat ramai pengunjungnya.

Warung Mbak Sum hanya ala kaki lima dan bertenda plastik. Meja dan kayu diatur memanjang dengan lauk sudah disiapkan di atas meja. Pengunjung tinggal memilih lauk makanannya.

Mencicipi rasa sambalnya terasa menyengat di lidah pedasnya dan membuat panas di telinga. Usai berpedas-pedas sangat ingin langsung minum es teh sebanyak-banyaknya untuk menghilangkan kepedasan. Nasi tempong sebenarnya sangat sederhana pengaturannya dan sensasi rasa dari sambalnya saja.

Tapi karena rasa pedasnya sambal yang berbau kencur membuat kangen warga Banyuwangi yang merantau ke luar kota. Setiap pulang kampung mereka makan tradisional khas Suku Osing itu untuk merasakan nostalgia makan nasi tempong yang oleh warga Banyuwangi disebut “sego tempong”.

Nasi tempong sering juga disajikan pada acara-acara pengajian dan syukuran warga Banyuwangi di rumah-rumah pribadi. Karena nasi tempong menjadi menu favorit makanan warga Banyuwangi. (Asita DK Suryanto, asita)